Kenapa setiap bulan puasa datang selalu pertanyaan mengenai maag selalu muncul? Apakah orang yang terserang penyakit maag boleh puasa tidak? Pertanyaan ini pun pernah juga terlintas dibenak otak dan saya pun pernah baca dikoran, majalah dan bahkan melihat langsung saat ada forum tanya jawab ditelevisi dengan tema orang maag masih bisa puasa apa gak?
Pada kesempatan kali ini saya bisa memunculkan maag disaat kita menghadapi puasa dibulan suci ramadhan.
Pengertian Maag (Gastritis): penyakit yang menyerang alat pencernaan baik lambung, usus maupun kerongkongan.
Gejala – gejala sakit maag: rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan, sakit pada ulu hati, mual, muntah, kembung, cepet kenyang, dan nafsu makan berkurang.
Ciri sakit maag adalah sakit didaerah perut hingga terasa menusuk kebelakang, rasa nyeri yang kadang datang dan timbul seperti halnya setelah makan sedikit rasa nyeri hilang tapi sebentar kemudian kambuh lagi.
Dua jenis kelainan pada maag yang dapat menyebabkan penyakit adalah dyspepsia fungsional dan organic.dispepsia fungsional hanya ditandai oleh kelainan minimal, seperti kemerehaan pada alat pencernaan.
Kelainan organic memiliki gejala – gejala yang lebih parah yaitu berupa luka pada lambung, usus besar, atau kerongkongan. Pada tahap yang lebih akut, kelainan organic terkadang disertai polip serta tanda – tanda keganasan.
Kelainan pada alat pencernaan dapat dilihat dengan cara endoskopi(teropong saluran pencernaan). Dari pemeriksaan ini dapat disimpulkan alat perncernaan mengalami luka atau tidak.
Selama puasa pola makan akan berubah karena diperbolehkan makan saat pagi dan menjelang malam hari . Lambung dibiarkan kosong selama sekitar 13 jam. Umumnya tubuh memerlukan waktu 3-5 hari untuk beradaptasi dengan pola makan yang baru terjalani. Meskipun lambung kosong sekitar belasan jam, tidak ada yang perlu dikawatirkan. Tubuh akan tetep memiliki energi yang cukup untuk beraktifitas. Energi tersebut berasal dari caadangan energi berupa lemak dan glikogen yang tersipan dibawah kulit.
Masalah yang terjadi adalah saat lambung kosong, pengeluaran asam lambung dan gas akan semakin meningkat. Meskipun demikian, hal ini tidak akan berlangsung secara terus menerus.
Untuk memenuhi tubuh akan makan selama berpuasa, sebaiknya saat sahur orang berpuasa mengonsumsi makanan sbanyak 30 – 40 kkal/kilogram berat badan. Jika memiliki berat badan 60 kg, artinya paling tidak akan mengkonsumsi 1.800 – 2.400 kkal.
Pilihan menu makanan harus diperhatikan Ada beberapa makan yang harus dihindari bagi penderita maag yang ingin tetep berpuasa. Makanan – makanan tersebut adalah:
1. Makanan dan minuman yang merangsang pengeluaran asam lambung. Seperti: kopi, minuman beralkohol, anggur putih, sari buah jeruk dan susu
2. makanan yang mengandung gas, seperti makanan yang berlemak, sayuran (sawi, kubis, ubi jalar, kedondong, nangka) dan minuman besoda.
3. makanan yang sulit dicerna, seperti kue trat dan keju
4. makanan yang membuat kerongkongan kering,seperti gorengan, coklat dan makanan yang menggandung tinggi lemak.
Selama berpuasa tidak ada jeleknya tetep berlatihan fisik secara teratur sesuai kemapuan. Dan olah raga sebaiknya dilakukan saat menjelang buka buka puasa dan olah ragapun yang tidak menguras tenaga dan mengeluarkan banyak keringat karena dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit. Tidur setelah dua jam sahur dan dikhawatirkan asam lambung meningkat ke kerongkongan memungkinkan rasa mual dan muntah.